The 2nd ASEAN Regional Primary Care (ARPaC) Conference
Dalam tiga hari ini dari 24 sampai 26 November 2011, MajalahKesehatan.com diundang untuk turut serta sebagai media partner pertemuan besar The 2nd ASEAN Regional Primary Care (ARPaC) Conference, yang sekaligus bersamaan dengan Pertemuan Ilmiah Tahunan Perhimpunan Dokter Keluarga Indonesia ke- 7. Informasi berikut menjelaskan apakah acara tersebut dan tujuan penyelenggaraannya. Semoga bermanfaat.
———————————————————————————————

Pada tahun 2006, di Jakarta diselenggarakan pertemuan pertama antar wakil perhimpunan dokter keluarga dari negara-negara ASEAN. Pada saat itu disepakati bahwa dokter layanan primer (DLP) yang menjadi tulang punggung pelayanan kedokteran di suatu negara harus ditingkatkan kualitasnya, baik melalui pendidikan berkelanjutan maupun peningkatan kualitas pendidikan dasar kedokteran. Disepakati pula bahwa kerjasama antar Negara ASEAN untuk membangkitkan pelayanan primer sangat diperlukan, berkaitan dengan peningkatan kualitas tidak hanya dari segi dokternya, namun juga sistem pelayanan kesehatan dan sistem pembiayaan kesehatan.
Setiap tahun kemudian pertemuan-pertemuan komite diselenggarakan, semula hanya dihadiri oleh 5 negara (Indonesia, Malaysia, Singapura, Brunai dan Myanmar) namun kemudian oleh seluruh negara ASEAN. Pada tahun 2008, sebuah konferensi besar diselenggarakan untuk pertama kalinya di Kuala Lumpur. Pada tahun ini Indonesia mendapat giliran untuk menjadi tuan rumah penyelenggaraan kedua konferensi itu, yang bernama The 2nd ASEAN Regional Primary Care (ARPaC) Conference, dengan tema Achieving Millennium Development Goals Through Primary Care. Tujuannya adalah setelah menghadiri konferensi ini para peserta lebih menyadari peran, fungsi, tugas, kewajiban, dan wewenang serta haknya sebagai Dokter Layanan Primer untuk menunjang keberhasilan pencapaian MDGs (Millenium Development Goals)
Selain dihadiri oleh 450 peserta dari dalam negeri, konferensi ini juga dihadiri oleh para pemimpin organisasi dokter keluarga dan yang serupa dari Malaysia, Brunei Darussalam, Filipina, Myanmar, Vietnam. Sejumlah 110 dokter akan dilantik menjadi dokter keluarga yang setara dengan sebutan fellow di negara lain.
Dokter layanan primer di mana pun–sebagaimana telah diakui oleh WHO–adalah tulang punggung pelayanan kesehatan secara keseluruhan. Dokter layanan primer harus dimanfaatkan secara optimal untuk meningkatkan pencapaian MDG di bidang kesehatan. Hal ini mengingat jumlah DLP sangat besar—tidak kurang dari 80.000 orang—dan tersebar di seluruh Indonesia (meskipun belum merata).
Ironisnya, pengembangan profesionalisme mereka belum tergarap dengan baik sehingga potensinya belum dapat dimanfaatkan secara maksimal. Melalui konferensi inilah PDKI (perhimpunan Dokter Keluarga Indonesia) ingin mengingatkan semua pihak untuk bersama-sama meningkatkan profesionalisme DLP agar dapat berpartisipasi aktif dalam memperbaiki indeks MDG di bidang kesehatan, yaitu:
- Meningkatan kesehatan ibu dan menurunkan angka kematian ibu
- Menurunkan angka kematian bayi dan anak
- Menanggulangi penyakit menular termasuk HIV/ AIDS, malaria, TB dan demam berdarah dengue.
- Menurunkan prevalesi penyakit tidak menular, terutama diabetes mellitus dan hipertensi, yang tidak mungkin diturunkan dengan upaya terapi saja, sekalipun disediakan di rumah sakit yang canggih.
Upayanya mencakup peningkatan derajat kesehatan, pencegahan penyakit, diagnosis dini dan penatalaksanaan yang tepat, mencegah penyakit semakin parah dan mencegah kecacatan, serta melaksanakan rehabilitasi.
Dokter layanan primer berperan sebagai kontak pertama pasien dalam layanan medis, yang tugasnya adalah:
- Membuat diagnosis masalah kesehatan fisik dan psikis dan pengobatannya
- Memberikan dukungan personal kepada setiap pasien tanpa memandang latar belakang penyakit dan derajat sakitnya
- Menyampaikan informasi perihal pencegahan, diagnosis, pengobatan, dan prognosis penyakit
- Melakukan pencegahan penyakit kronis dan membatasi kecacatan melalui penilaian risiko, pendidikan kesehatan, deteksi dini penyakit, pengobatan preventif, dan perubahan perilaku.
Di tingkat dunia, DLP sudah mempunyai wadah organisasi yaitu WONCA (awalnya kependekan dari World Organization of Colleges and Academies) namun menjadi “nama” Organisasi Dokter Keluarga Sedunia. PDKI (Perhimpunan Dokter keluarga Indonesia) sudah menjadi anggota aktif WONCA sejak tahun 1980-an dan mencapai sejumlah kemajuan yang semuanya ditujukan untuk peningkatan profesionalisme DLP.
Perlu dicatat bahwa Dokter Keluarga (DK) adalah DLP karena kewenangannya hanya sebatas pelayanan primer. DK juga disebut Dokter Praktik Umum (DPU) karena yang dilayani tidak dibatasi golongan usia, jenis kelamin, golongan penyakit, organologi, ataupun golongan sosial. DLP dianjurkan praktik dalam Klinik DK secara berkelompok agar dapat menjalankan prinsip pelayanannya yaitu:
- Primer
- Personal
- Komprehensif dan holistik
- Bersinambung
Dalam konferensi ini juga diselenggarakan sejumlah lokakarya yaitu:
- Pencegahan sekunder penyakit Diabetes Mellitus di layanan primer
- Pencatatan dan pelaporan kasus Tuberkulosis
- Pelatihan Dokter Keluarga Modul 1
- Penyusunan standar pelayanan dan pelatihan dokter layanan primer se ASEAN
- Komunikasi dokter-pasien, termasuk menyampaikan kabar buruk
- Penegakkan diagnosis penyakit akibat kerja pada layanan primer
- Penegakkan diagnosis dan penatalaksanaan HIV & AIDS terkini
Selain itu terdapat seminar-seminar:
- Pencegahan primer di layanan primer
- Penatalaksanaan lanjut di layanan primer
- Kesehatan Perempuan
- Dampak asuransi kesehatan pada praktik primer
- Penatalaksanaan penyakit tidak menular di layanan primer
- Isu ASEAN dan dunia pada dokter keluarga sebagai provider kesehatan
Terdapat 3 diskusi panel yang membagi pengalaman dokter keluarga pada masing-masing negara di ASEAN, termasuk rencana ke depan yang akan dilaksanakan di Indonesia dan di ASEAN untuk membangun dokter layanan primer.
Dengan seluruh acara ini semoga Indonesia pada khususnya, dan negara-negara ASEAN pada umumnya, dapat bergandengan tangan untuk meningkatkan kualitas layanan primer guna meningkatkan derajat kesehatan masyarakat sesuai dengan keinginan kita semua.
Artikel terkait:
Berlangganan:
Anda menyukai artikel-artikel di situs ini? Kenapa tidak berlangganan saja lewat email? Bergabunglah dengan 3.000-an orang lain yang secara otomatis mendapatkan artikel baru dari situs ini ke email mereka. ![]() |









