web analytics

Konsultasi

Tidak Mau Makan, Tidak Mau Minum Susu


  Diposting tgl: 20 November 2012

  Pertanyaan

Yth. Dr. Sony

Anak ke-3 saya, laki-laki, lahir pada 2 Feb 2011 melalui proses pembedahan karena terlilit tali pusar dan air ketuban keruh serta sedikit. Pada umur 1 th 5 bulan karena sariawan (kata dokter flu singapur) menjadi tidak mau makan (pada saat itu sudah makan nasi). Diganti bubur pun tidak mau. Dan akhirnya keterusan tidak mau makan, termasuk sup, puding, jus buah, kentang. Apa yang nempel di mulut selalu di'lepeh' dan seperti 'panik'. Asupan makanan akhirnya hanya melalui biskuit dan susu (2 jenis susu : SGM dan Pediasure). 3 bulan kemudian, volume minum susu jadi berkurang dan akhirnya sama sekali tidak mau nyusu, baik dengan botol, sedotan, mug anak ataupun gelas. Saya ganti merk susu, tidak mau juga. Saat ini berat badannya 10,3 kg.

Minggu lalu dilakukan tes mantoux dan rontgen. Testnya negatif tapi rontgennya positif, sehingga diputuskan akan dilakukan pengobatan selama 2 bulan. Jika responnya bagus akan dilanjutkan sampai 6 bulan.

Sebenarnya flek paru-nya tidak terlalu meresahkan saya (saya yakin dengan pengobatan pasti akan sembuh). Tapi nggak mau makan dan nyusu-nya itu yang bikin saya bingung harus bagaimana. Setiap kali disuapin dia selalu nangis seperti orang ketakutan. Padahal nawarinnya dengan lemah lembut, diajak main. Dibiarkan makan sendiri, cuma diacak-acak tidak ada satupun yang dimasukkan ke mulut.

Sebenarnya apa nih dok? Sekarang dia hanya mau susu coklat, itupun volumenya tidak terlalu banyak (sekitar 3 x 100 ml) dan pake sedotan, makan biskuit dan jus mangga atau jus campuran buah, tapi tidak mau jus jambu.

Apa yang seharusnya saya lakukan dok? Mohon informasinya. Terima kasih.

Salam

(Dina, Bogor)

   Jawaban dr Sony Prabowo, Sp.A

Ibu Dina yang baik,

Pertama-tama tentunya perlu dilakukan pemeriksaan terhadap anak Ibu – apakah masih terdapat kelainan di daerah rongga mulut ataupun tenggorokannya. Bila tidak lagi terdapat masalah di rongga mulut ataupun tenggorokannya, maka masalahnya adalah cara pemberian makannya saja.

Saat ini berat anak Ibu masih tergolong normal berdasarkan grafik pertumbuhan anak dari WHO. Memang pada usia tsb, sering terjadi kesulitan dalam pemberian makan pada anak. Untuk informasi lebih lanjut silakan Ibu baca: Tanya Jawab Mengenai “Picky Eater”.

Untuk diagnosis penyakit TBC paru-paru anak sebaiknya setelah berkonsultasi dan dilakukan pemeriksaan oleh dokter anak, mengingat pengobatan yang diberikan memerlukan waktu berbulan-bulan.


... dr Sony Prabowo, Sp.A adalah staf medis pada Siloam Hospital, Bali. Lulusan fakultas kedokteran Universitas Brawijaya dan residensi pediatrik Davao Doctor Hospital, Davao, Filipina, ini juga aktif dalam berbagai kegiatan sosial kesehatan untuk masyarakat miskin dan pencegahan aborsi ilegal. Bila Anda memiliki masalah terkait dengan kesehatan bayi dan anak, silakan berkonsultasi dengan dr Sony melalui rubrik ini.
Klik di sini untuk menghubungi dr Sony.