Timbunan Lemak Meningkatkan Risiko Kanker

'A Matched Set' photo (c) 2009, Tony Alter - license: http://creativecommons.org/licenses/by/2.0/Timbunan lemak meningkatkan risiko Anda terkena kanker, bahkan bila BMI Anda dalam batas normal. Para peneliti sampai pada kesimpulan ini setelah meneliti hubungan antara obesitas dan tumor.

Untuk penelitian tersebut, para ilmuwan yang dipimpin oleh dr Rachel Murphy dari National Institute on Aging di Bethesda, Maryland merekrut 2.500 pria dan wanita yang pada awal penelitian berusia 70-79 tahun. Namun, untuk keperluan analisis, data yang digunakan hanya dari 1.902 peserta yang belum pernah terdiagnosis kanker sebelumnya.

Timbunan lemak

Para peneliti tidak hanya memeriksa BMI dan lingkar pinggang dari para lansia tersebut, tetapi juga lokasi dan volume timbunan lemak di dalam tubuh. Dengan tomografi komputer (computed tomography), mereka berhasil mengidentifikasi timbunan lemak (adiposa) di dalam rongga perut baik yang berada tepat di bawah kulit maupun yang terletak di dalam perut dan mengelilingi organ atau apa yang disebut sebagai lemak visceral. Lemak visceral ini lebih kritis karena secara metabolik lebih aktif daripada lemak yang berada tepat di bawah kulit. Lemak visceral dapat memicu hormon yang mengirimkan sinyal inflamasi dan meningkatkan risiko stroke, serangan jantung dan diabetes.

Dalam 13 tahun berikutnya, 617 peserta menderita kanker, 224 dari mereka dari jenis yang disebabkan oleh kelebihan berat badan termasuk tumor payudara, kerongkongan, pankreas, usus, hati, tiroid dan kandung empedu.

Perbedaan antara pria dan wanita

Analisis data menunjukkan bahwa timbunan lemak memberikan efek yang berbeda pada  tubuh pria dan wanita menyangkut risiko kanker. Pada pria, lemak visceral yang disimpan dalam jumlah besar dalam perut secara proporsional meningkatkan risiko kanker yang terkait dengan berat badan hampir tiga kali lipat di atas pria dengan jaringan lemak visceral rendah. Di antara mereka adalah para pria dengan berat badan normal.

” Jumlah jaringan lemak visceral yang lebih besar pada pria merupakan faktor risiko yang kuat untuk beberapa jenis kanker – terlepas dari BMI,” kata Murphy. “Pada kenyataannya, bahkan orang-orang dengan BMI normal dapat memiliki timbunan besar lemak visceral. Sangat penting untuk menyadari bahwa BMI bukanlah satu-satunya indikator yang harus kita perhatikan,” katanya.

Pada wanita, peningkatan lemak visceral juga meningkatkan risiko kanker tetapi tidak terlalu penting di mana lemak itu disimpan dalam tubuh. Keterkaitan lemak di perut dengan risiko kanker tidak  sekuat pada pria. “Kami meyakini bahwa perbedaan efek jaringan adiposa pada pria dan wanita ini karena perbedaan hormonal,” kata Murphy.

Implikasi dari penelitian ini adalah bahwa Anda tidak hanya perlu untuk mempertahankan gaya hidup sehat, tapi juga mengendalikan lemak tubuh agar terhindar dari kanker di usia lanjut. Meskipun berat badan Anda ideal tetapi bila memiliki timbunan lemak di tubuh maka Anda memiliki risiko kanker ekstra. Dampak dari temuan ini adalah bahwa advis medis perlu lebih menekankan penghapusan lemak, tidak hanya sekedar menganjurkan gaya hidup sehat secara umum.

—————-
Sumber: Rachel A. Murphy, et al, “Association of total and computed tomographic measures of regional adiposity with incident cancer risk: a prospective population-based study of older adults,” Applied Physiology, Nutrition, and Metabolism, 2013.

Arsip Artikel
Bergabunglah dengan ribuan orang lain yang secara otomatis mendapatkan artikel baru dari situs ini ke email mereka.
Berlangganan
Nama: 
Alamat email Anda:*
Please enter all required fields
Correct invalid entries
Buku best seller nasional oleh dr Salma. Tiga kali cetak ulang hanya dalam 6 bulan setelah terbit! Segera dapatkan di toko-toko buku kesayangan Anda!