Kontrasepsi

Sterilisasi Wanita (Tubektomi)


  Diposting tgl: 13 Maret 2012

Nama lain: Tubektomi, ligasi tuba, sterilisasi, metode operasi wanita (MOW).

Sterilisasi adalah sebuah bedah intervensi yang secara mekanis menghalangi tuba falopi untuk mencegah pertemuan sperma dan telur. Sterilisasi merupakan bentuk kontrasepsi yang dimaksudkan untuk permanen (kontrasepsi mantap). Selama prosedur sterilisasi, saluran tuba falopi ditutup atau disumbat dengan beberapa cara:

  • Mengikat dan memotong saluran, yang disebut ligasi tuba atau tubektomi.
  • Disegel menggunakan instrumen dengan arus listrik, ditutup dengan klip, klem, atau cincin.
  • Menyisipkan perangkat kecil agar jaringan tumbuh di sekitarnya dan memblokir tabung.

Metode Kerja

Telur dibuat di dalam ovarium wanita. Satu telur dilepaskan setiap bulan, yang melewati salah satu saluran tuba falopi menuju rahim. Sterilisasi memblokir setiap tabung sehingga kehamilan tidak dapat terjadi karena sperma tidak dapat mencapai sel telur.

Cara Pemakaian

Prosedur bedah untuk sterilisasi bervariasi, apakah dengan metode tanpa sayatan (insisi), dengan laparoskopi, mini-laparotomi atau laparotomi dan apakah tuba falopi diikat, dipotong, dijepit, dibakar, dll.

Laparoskopi salah satu jenis sterilisasi yang paling umum. Pertama, Anda akan mendapatkan baik anestesi umum, regional,atau lokal. Kemudian, perut dikembangkan dengan injeksi gas yang tidak berbahaya (karbon dioksida). Hal ini memungkinkan dokter untuk melihat organ Anda dengan jelas. Kemudian dokter membuat luka kecil di dekat pusar dan memasukkan laparoskop (tabung fleksibel dengan lampu dan lensa melihat) untuk menemukan saluran tuba. Dokter juga dapat memasukkan laparoskop lain, biasanya melalui lubang kecil kedua. Terkadang hanya satu sayatan dan satu instrumen yang digunakan.

Prosedur ini dapat dilakukan di klinik bedah rawat jalan. Biasanya diperlukan waktu 20-30 menit. Sangat sedikit jaringan parut yang terjadi dan pasien seringkali bisa pulang di hari yang sama.

Mini-laparotomi adalah jenis sterilisasi umum yang kedua. Prosedur ini sering dilakukan setelah melahirkan. Tidak ada gas atau laparoskop yang digunakan. Biasanya, hanya anestesi lokal yang digunakan. Pemotongan kecil dibuat di perut bagian bawah, tepat di atas rambut kemaluan atau di bawah pusar. Setelah menemukan lokasi tuba falopi, dokter menutupnya dengan memotong, menjepit, atau membakar . Pasien biasanya sembuh dalam beberapa hari.

Untuk ilustrasi salah satu contoh bedah sterilisasi, silakan melihat video berikut:

Efektivitas

Kemungkinan TIDAK mendapatkan kehamilan: lebih dari 99%.

Kelebihan

  • Metode kontrasepsi yang aman, handal dan efektif seumur hidup.
  • Tidak ada efek samping jangka panjang.
  • Tidak memengaruhi hormon.
  • Tidak mengganggu bercinta.
  • Tidak memerlukan keterlibatan mitra.
  • Tidak ada yang perlu diingat-ingat atau dibeli.
  • Tidak mengganggu menyusui.

Kekurangan

  • Sulit dan mahal untuk membalikkan prosedur bedah.
  • Membutuhkan dokter bedah yang terampil untuk melakukan prosedur.
  • Biaya relatif mahal.
  • Kemungkinan kehamilan ektopik jika metode gagal.
  • Tidak ada perlindungan terhadap penyakit menular seksual.

Efek Samping

Kebanyakan wanita dapat disterilisasi dengan aman. Tapi seperti prosedur medis lainnya, ada risiko sterilisasi meskipun sangat jarang terjadi. Salah satu kemungkinan resiko  tersebut adalah:
  • Tabung terhubung kembali dengan sendirinya. Bila perempuan hamil setelah disterilkan, sekitar 1 dari 3 kehamilannya berkembang di tuba falopi. Hal ini disebut kehamilan ektopik. Kehamilan ektopik adalah kondisi serius yang dapat mengancam jiwa.
  • Rahim terluka oleh pembedahan.