6 February 2012
  • Tentang Kami
  • Terkini & Terpopuler
  • Kirimkan Artikel Anda
  • Home
MajalahKesehatan.com
  • PENYAKIT & KONDISI
    • Gangguan tidur
    • Gejala Penyakit
    • Gigi & Mulut
    • Imunologi
    • Infeksi
    • Kanker
    • Kardiovaskuler
    • Kesehatan Jiwa
    • Kesehatan mata
    • Kesehatan Pria
    • Kesehatan Wanita
    • Kulit & Kelamin
    • Masalah Kongenital
    • Pencernaan
    • Seks & Reproduksi
    • Saraf, otot & otak
    • THT
    • Tulang & Sendi
  • GAYA HIDUP
    • Perawatan tubuh
    • Olah raga
    • Pencegahan penyakit
    • Pengetahuan populer
    • Makanan sehat
    • Asuransi kesehatan
    • Puasa
  • IBU & BALITA
    • Kehamilan
    • Perawatan bayi
    • Makanan balita
    • Kesehatan Anak
  • OBAT
    • Pengetahuan obat
    • Obat alami
  • SUMBERDAYA
    • Download
    • Kalkulator Kesehatan
    • Kuis Kesehatan
  • E-STORE
    • Makanan Kesehatan
    • Alat Kesehatan
  • KONTAK
    • Kirim Artikel
    • Kontak kami

Yang Mungkin Belum Anda Ketahui Mengenai Kanker Payudara

Kategori: Kanker, Kesehatan Wanita 6 Komentar

Apa itu kanker payudara?

Strength - Breast Cancer Awarenessphoto © 2008 Amarand Agasi | more info(via: Wylio)

Sel tubuh mengalami siklus pertumbuhan dan kemunduran secara teratur, yang prosesnya dikendalikan oleh gen dalam inti sel. Apabila gen mengalami gangguan, maka pertumbuhan sel tidak lagi terkontrol sehingga mengganggu fungsi tubuh. Sel yang tumbuh tidak terkontrol tersebut disebut kanker. Bila terjadi pada payudara, maka dinamakan kanker payudara. Dalam perkembangannya, sel-sel kanker payudara dapat menyebar ke kulit, limpha, liver, otak, paru, dan organ lainnya melalui peredaran darah.

Kanker payudara adalah jenis kanker yang paling banyak diderita oleh wanita Indonesia setelah kanker leher rahim.

Faktor Risiko Kanker Payudara

Beberapa faktor yang meningkatkan risiko kanker payudara:

  • Keluarga dekat (ibu dan saudara perempuan) ada yang sudah terkena. Sekitar 20% penderita kanker payudara memiliki saudara yang juga terdiagnosis kanker tersebut.
  • Menstruasi terlalu awal (<di bawah 12 tahun) atau terlambat menopause (> 50 tahun)
  • Usia di atas 50 tahun. Kanker payudara memang menyerang semua wanita tanpa memandang usia, namun semakin meningkat usia wanita, semakin besar risikonya. Wanita di atas 50 tahun memiliki risiko kanker payudara hingga 5-7%.
  • Tidak pernah melahirkan anak atau memiliki anak pertama di atas 30 tahun.
  • Merokok dan mengkonsumsi alkohol.

Belum ada bukti ilmiah yang kuat bahwa radiasi ponsel dan konsumsi minuman bersoda dapat meningkatkan risiko kanker payudara.

Gejala Kanker Payudara

Kanker payudara pada stadium awal biasanya tidak menimbulkan gejala. Namun, pada stadium yang lebih lanjut salah satu atau beberapa gejala berikut mungkin dirasakan:

  • Benjolan atau penebalan di dalam atau di sekitar payudara dan ketiak.
  • Perubahan ukuran dan bentuk payudara.
  • Keluarnya cairan dari puting susu.
  • Perubahan warna atau bentuk kulit di sekitar payudara, areola, dan puting susu.

Ingat bahwa gejala-gejala tersebut di atas tidak selalu disebabkan oleh kanker payudara. Infeksi dan kista payudara juga bisa menimbulkan gejala yang sama. Bila Anda mengalami tanda-tanda tersebut, segeralah berkonsultasi dengan dokter.

Diagnosis

Deteksi kanker payudara bisa dilakukan dengan:

  • Perabaan. Dokter atau Anda sendiri bisa melakukan perabaan untuk mengetahui keberadaan, ukuran dan tekstur kanker payudara. Tidak semua kanker payudara bisa dideteksi dengan perabaan.
  • Mamografi. Mamografi (foto sinar X payudara) adalah etode yang sangat efektif untuk mendeteksi kanker payudara secara dini, pada saat masih dapat disembuhkan. Mamografi bahkan bisa mendeteksi kanker sebelum stadium 0 (carcinoma in situ), di mana tumor sudah terbentuk namun belum menyebar. Namun demikian, sekitar 10% kanker payudara yang terdeteksi lewat perabaan tidak terdeteksi melalui mamografi. Bila hasil mamografi Anda negatif, namun Anda atau dokter merasakan adanya kanker, sebaiknya lakukan mamografi ulang.
  • Ultrasonografi. Bila setelah dilakukan mamografi ternyata didapati ada lesi yang mencurigakan, dokter bisa menyarankan ultrasonografi. Dengan memanfaatkan gelombang suara frekuensi tinggi, ultrasonografi dapat membedakan antara jenis lesi kanker yang padat dan yang cair.

Perkembangan Kanker Payudara

  • Stadium 0: Sel-sel kanker belum mengganggu jaringan tubuh lainnya (non invasif).
  • Stadium I: Sel-sel kanker sudah mendesak dan mengganggu jaringan normal di sekelilingnya. Ukuran tumor memiliki ukuran sampai 2 centimeter namun belum mempengaruhi kelenjar limpha.
  • Stadium II : Kanker berukuran antara 2 sampai 5 centimeter atau sudah menjalar ke kelenjar limpha di bawah ketiak. Kelenjar limpha yang terpengaruh belum saling mendesak atau mengganggu jaringan di sekitarnya.
  • Stadium IIIA : Kanker berukuran lebih dari 5 centimeter atau sudah sangat mempengaruhi kelenjar limpha. Kelenjar-kelenjar limpha saling merapat atau mendesak jaringan sekitarnya.
  • Stadium IIIB: Kanker sudah menjalar ke kulit, dinding rongga dada dan kelenjar limpha mamari di bawah rusuk. Pada stadium ini kanker dapat menjadi sangat ganas sehingga menimbulkan peradangan di sebagian atau seluruh dada.
  • Stadium IV: Penyebaran kanker telah melampaui dada, ketiak dan kelenjar limpha hingga ke leher, paru, liver, tulang belakang dan otak.

Terapi Kanker Payudara

Penanganan atau terapi kanker payudara tergantung pada usia pasien, stadium kanker, jenis kanker dan tingkat penyebarannya. Berikut adalah jenis terapi yang mungkin dilakukan:

  • Pembedahan, termasuk mastektomi (pengambilan seluruh payudara) atau lumpektomi (pengambilan jaringan kanker dari payudara dan menyembuhkan sisanya dengan penyinaran radiasi)
  • Radiasi sel kanker untuk menurunkan ukuran kanker dan menghilangkan keluhan.
  • Kemoterapi, pemberian obat anti kanker dan terapi hormon untuk menurunkan risiko timbulnya kembali kanker.

Rekomendasi:

Keladi tikus, siapa yang tidak tahu khasiatnya sebagai obat alami untuk kanker? Herbagold Tifony Plus adalah tablet yang berisi ekstrak keladi tikus (typhonium fiegelliforma), bawang sebrang (eleutherine americana), kunyit putih (curcuma zadoria), mahkota dewa (phaleria macrocarpa), benalu teh (scurulla atropurpurea), dan jahe putih (curcuma mangga).

Manfaat: menghambat pertumbuhan sel kanker, memperbaiki sistem imunitas melawan duplikasi sel-sel ganas, mereduksi reaktivitas radikal bebas penyebab kanker, dan menghambat efek samping kemoterapi.

Sebarkan, cetak atau simpan halaman ini:
  • Twitter
  • PDF
  • Print
  • Add to favorites
  • Facebook
  • Google Buzz

Artikel terkait:

  • Penyakit yang Paling Umum pada Anak – Bag 3
  • Tikar Busa Warna-Warni Mungkin Berbahaya untuk Anak Anda
  • Benjolan di Payudara, Biasanya Bukan Kanker
  • Keladi Tikus: Obat Herbal untuk Kanker
  • Tumor, Neoplasma atau Kanker?
Anda menyukai artikel-artikel di situs ini? Kenapa tidak berlangganan saja lewat email? Bergabunglah dengan 2.000-an orang lain yang secara otomatis mendapatkan artikel baru dari situs ini ke email mereka.
Masukkan alamat e-mailmu:

6 Komentar utk “Yang Mungkin Belum Anda Ketahui Mengenai Kanker Payudara”

  1. amelia says:
    21 January 2008 at 5:13 pm

    saya punya ibu yang terkena tumor/kanker payudara.kami tidak tau sudah stadium brp?karena kmi tidak mampu untuk ke dokter.
    ciri2nya sudah ada benjolan dilur payudara dan sudah mengeluarkan cairan atau darah.kami ingin tau apa saja makanan yang baik dikonsumsi untuk penyakit ini? dan apa saja makanan yang tidak bole dimakan? tapi kami sudah ke pengobatan alternatif. dan kira 2 sudah stadium berapa?tlong kami tunggu balasannya.trimakasih

  2. dr Salma says:
    21 January 2008 at 10:20 pm

    Kelihatannya ibu Amelia sudah menderita kanker stadium 3 atau 4. Pada stadium tersebut, kanker sudah tidak boleh diangkat. Hanya bisa ditangani dengan radiasi dan kemoterapi.

    Mengenai makanan, riset mengenai pengaruh diet terhadap penyembuhan/survival penderita kanker menghasilkan kesimpulan beragam. Ada yang mengatakan bahwa diet rendah lemak dan kaya sayuran/buah-buahan bisa meningkatkan peluang sembuh. Studi yang dipublikasikan di jurnal American Medical Asociation (Juli , 2007) justru menyangkal pengaruh diet tersebut.

    Jadi, kecuali ada komplikasi penyakit lain, tidak ada diet khusus yang dianjurkan. Namun begitu, makan rendah lemak, banyak sayur dan buah, olah raga, dan kebiasaan baik lainnya sangat dianjurkan untuk meningkatkan kualitas kesehatan secara umum.

    Semoga bermanfaat dan semoga Ibu Amelia cepat sembuh.

  3. irma says:
    13 March 2011 at 11:29 am

    saya mau bertanya, apakah pyudara sering nyeri itu adalah tanda kanker? sy juga sering melakukan pemeriksaan SADARI tapi sy tdk menemukan ada benjolan / tanda2 yang lainnya, yang sy rasakan hanya nyeri sj yg membuat badan jadi malas n sakit bagian belakang. terimah kasih atas jawabannya.

  4. dr Salma says:
    13 March 2011 at 3:34 pm

    @irma, payudara sakit (mastalgia) banyak sebabnya, bisa karena pengaruh menstruasi, menyusui, masalah diet, stres/depresi dll. Kanker payudara pada tahap awal tidak menimbulkan rasa sakit.

  5. saju says:
    29 March 2011 at 10:21 pm

    dok,keponakan saya berumur 19 th belum menikah,dia divonis terkena kanker payudara karena ditemukan ada benjolan besar di payudara nya,kira2 bgmn agar bisa sembuh tanpa operasi,,mungkin ada makanan kusus untuk penyembuhan,karna biaya sudah pasti mahal bila harus kedokter tiap minggu

  6. dr Salma says:
    31 March 2011 at 12:17 am

    @saju, kalau betul kanker payudara dan sudah membesar, tidak ada cara lain kecuali operasi. Itu pun bila masih memungkinkan (belum menyebar). Alternatif tanpa operasi bisa saja menyembuhkan kanker, banyak kisah mengenai kesembuhan kanker ajaib semacam itu, tapi menurut saya tidak bisa diandalkan sepenuhnya. Risikonya bila menunda-nunda operasi, kanker keburu menyebar ke jaringan lain sehingga sudah terlambat untuk melakukan terapi apa pun.

  • Google

Kalkulator Kesehatan

Kuis Kesehatan